Sementara penggunaan paling awal dari frasa ini dapat dilacak hingga pertengahan abad ke-19, asal-usul frasa ini sebagai semboyan politik digunakan semasa Perang Saudara Amerika, ketika para pendukung Negara Utara ingin menekankan keterikatan mereka kepada Tuhan dan meningkatkan moral.[7] Frasa yang ditulis dalam huruf kapital "IN GOD WE TRUST" pertama kali tertulis di uang logam 2 sen pada tahun 1864,[8]uang kertas sejak tahun 1957, dan beberapa prangko sejak tahun 1954. Undang-undang mengenai ini disahkan pada bulan Juli 1955 oleh resolusi bersamaKongres ke-84 dan disetujui Presiden Dwight Eisenhower mensyaratkan bahwa "In God We Trust" tampil di semua mata uang Amerika. Dua tahun kemudian, frasa ini digunakan di uang kertas untuk pertama kalinya, tepatnya sertifikat perak 1 dolar yang diperbarui yang mulai beredar pada 1 Oktober 1957.[8] Kongres ke-84 mengesahkan undang-undang yang menyatakan frasa ini sebagai semboyan nasional dan dan kemudian Presiden Dwight pada 30 Juli 1956 .[8][a] Beberapa negara bagian juga telah mengamanatkan atau mengizinkan penggunaan frasa ini di lembaga-lembaga negeri atau sekolah,[9][10] sementara Florida, Georgia, dan Mississippi telah memasukkan frasa ini dalam beberapa simbol negara bagian mereka. Semboyan ini juga telah digunakan dalam beberapa kasus di negara lain terutama pada uang logam yang beredar di Nikaragua.[11]
Semboyan ini tetap populer di kalangan warga Amerika Serikat. Menurut jajak pendapat bersama tahun 2003 oleh USA Today, CNN, dan Gallup, 90% warga Amerika Serikat mendukung pemuatan tulisan "In God We Trust" di uang logam Amerika Serikat serta jajak pendapat mahasiswa tahun 2019 oleh College Pulse menunjukkan bahwa 53% mahasiswa mendukung pemuatan frasa ini dalam mata uang.[12][13] Walau begitu, sejumlah pihak di Amerika Serikat merasa keberatan dengan penggunaan frasa itu dengan berpendapat bahwa muatan agama dalam frasa itu melanggar Klausa PendirianAmendemen Pertama.[14] Mereka percaya bahwa frasa tersebut harus dihilangkan dari mata uang dan properti publik yang berujung kepada banyaknya tuntutan hukum. Argumen ini belum mengatasi doktrin penafsiran terhadap akomodasionisme yang memungkinkan pemerintah untuk mendukung pendirian agama selama mereka semua diperlakukan sama dan "deisme seremonial" yang menyatakan bahwa doa berulang-ulang dari entitas agama dalam hal-hal seremonial menanggalkan frase konotasi agama aslinya.[15]Mahkamah Agung New Hampshire serta Pengadilan Tinggi Federal Amerika Serikat untuk Wilayah Kedua, Keempat, Keenam, Kedelapan, Kesembilan, dan Kesepuluh bersama-sama menjunjung konstitusionalitas semboyan ini dalam berbagai keadaan. Mahkamah Agung telah membahas semboyan ini dalam catatan kaki tetapi tidak pernah secara langsung memutuskan kepatuhannya dengan Konstitusi.[16]
Asal-usul
Salmon P. Chase, Sekretaris Departemen Keuangan AS, menulis "In God is Our Trust," mencoret "is Our" dan menindihnya dengan "We" menjadi "In God We Trust" dalam surat tertanggal 9 Desember 1863 kepada James Pollock, Direktur Percetakan Uang Philadelphia.[17][18]
Salinan manuskrip puisi Key tahun 1814 "Defence of Fort M'Henry" (kemudian dikenal sebagai "The Star-Spangled Banner") di mana satu baris di bait keempat terbaca, "And this be our motto-"In God is our trust,"" (di dalam kotak)
Penggunaan awal semboyan ini yang tercatat dalam bahasa Inggris dapat dilacak hingga Januari 1748 ketika The Pennsylvania Gazette melaporkan pasukan warna resimen Associators, yaitu dari milisi Pennsylvania pimpinan Benjamin Franklin yang salah satu di antara pasukan warna bertuliskan "IX. A Coronet and Plume of Feathers. Motto, In God we Trust."[19][20][21] Menurut sejarawan Thomas S. Kidd, ini tampaknya merupakan contoh terisolasi dari penggunaan resmi yang dapat ditelusuri ke beberapa terjemahan dari Mazmur56:11.[22]
Pada tahun 1814, Francis Scott Key menyusun dan menerbitkan puisi berjudul "Pertahanan Benteng M'Henry". Dalam bait keempat, versi puisi Francis yang diterbitkan termasuk baris "And this be our motto―'In God is our trust!'" ("Dan ini menjadi semboyan kami, 'In God is our trust!'").[23] Puisi karya Francis ini nantinya diadopsi sebagai lagu kebangsaan Amerika Serikat dengan judul "The Star-Spangled Banner" dan berfungsi sebagai salah satu argumen untuk menyertakan semboyan ini pada mata uang. Ketika 'In God We Trust' sedang dipertimbangkan untuk diadopsi sebagai semboyan nasional Amerika Serikat oleh Kongres Amerika Serikat, kata-kata dari bait keempat puisi karya Francis dikemukakan dalam argumen yang mendukung adopsi semboyan ini.[24]
Ada beberapa catatan penggunaan semboyan ini lain yang tak berkaitan. Penggunaan semboyan ini dapat ditemui dalam beberapa karya sastra pada awal abad ke-19.[25] Semboyan ini juga muncul pada tahun 1845, ketika D.S. Whitney menerbitkan sebuah himne menentang perbudakan di The Liberator.[26][27]Odd Fellows juga menggunakan frasa itu sebagai semboyan mereka sejak dasawarsa 1840-an hingga diperkirakan dasawarsa 1870-an.[7][27][28]
Semboyan di mata uang
Adopsi awal
Dalam sebuah surat bertanggal 13 November 1861, Pendeta Mark R. Watkinson dari Ridleyville, Pennsylvania (pastor dari Prospect Hill Baptist Church di Prospect Park, Pennsylvania saat ini) mengajukan petisi kepada Kementerian Keuangan untuk menambahkan pernyataan yang mengakui Tuhan Yang Mahakuasa dalam beberapa bentuk pada uang logam Amerika Serikat untuk membebaskan Amerika Serikat dari aib kekafiran.[8][29][30] Setidaknya sebagian dari motivasinya adalah menyatakan bahwa Tuhan berada di pihak Negara Utara dalam Perang Saudara,[7][8] mengingat Konfederasi telah melibatkan Tuhan dalam konstitusi mereka manakala Negara Utara tidak mengikuti hal serupa.[b] Sentimen ini dimiliki bersama oleh warga negara lain yang mendukung penyertaan frasa itu dalam surat mereka.[31] Memang, Infanteri Pennsylvania ke-125Angkatan Darat Negara Utara menggunakan semboyan "In God we trust" pada awal Agustus 1862.[32][33][34][35] Di Konfederasi, frasa ini juga mendapat daya tarik tersendiri, sehingga Harper's Weekly melaporkan pada tahun 1864 bahwa Angkatan Laut Negara Utara telah mengambil sebuah bendera yang bertuliskan semboyan "Our cause is just, our duty we know ; In God we trust, to battle we go." (Tujuan kami ialah keadilan, tugas kami yang kami ketahui; Kepada Tuhan kami yakin, untuk berperang kami pergi.").[36]
Menteri Keuangan semasa kepresidenan Abraham Lincoln, Salmon P. Chase yang merupakan penganut Kristen aliran Episkopal evangelis yang dikenal karena terlihat alim di muka umum,[7][37] bertindak cepat atas proposal untuk memasukkan semboyan yang mengacu pada Tuhan dan mengarahkan Direktur United States Mint Philadelphia saat itu dan anggota Persatuan Reformasi Nasional, James Pollock, untuk menyusun kemungkinan rancangan yang akan memasukkan frasa keagamaan.[29] James memilih rancangan favoritnya dan mengajukan proposal kepada Kongres untuk rancangan baru pada akhir tahun 1863. Ia kemudian memutuskan versi terakhir dari semboyan baru, "In God We Trust", pada Desember 1863.[24] Keterlibatan Lincoln dalam proses itu tidak jelas, meskipun dia mengetahui pembicaraan semacam itu.[c]
Ketika Salmon sedang mempersiapkan usulannya kepada Kongres, ditemukan bahwa legislatif federal mengesahkan undang-undang yang menentukan semboyan dan perangkat yang harus dicap di uang logam Amerika Serikat pada 18 Januari 1837. Ini berarti pemberlakuan beberapa undang-undang tambahan diperlukan sebelum "In God We Trust" dapat diukir. Rancangan undang-undnag itu diperkenalkan dan disahkan dengan judul Undang-Undang Uang Logam 1864 pada 22 April 1864 yang memungkinkan Menteri Keuangan untuk mengizinkan penyertaan frasa ini pada uang logam penny (1 sen) dan 2 sen.[8]
Pada 3 Maret 1865, Kongres mengesahkan undang-undang yang mengizinkan Direktur United States Mint untuk menempatkan "In God We Trust" pada semua uang logam emas dan perak. Direktur harus tunduk kepada persetujuan Menteri Keuangan.[8][38] Undang-undang ini kemudian ditandatangani Lincoln sebagai Undang-Undang Kongres terakhir sebelum ia dibunuh.[27] Pada tahun 1873, Kongres meloloskan Undang-Undang Uang Logam lainnya yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan dapat menjadikan semboyan IN GOD WE TRUST ditorehkan pada uang logam.[39]
In God We Trust (atau cukup God We Trust) pertama kali muncul pada uang logam 2 sen yang pertama kali dicetak pada tahun 1863 dan diedarkan secara massal pada tahun berikutnya.[40] Menurut numismatis David W. Lange, penyertaan semboyan ini pada uang logam merupakan pendorong utama dalam memopulerkan semboyan ini.[41] Uang logam lain seperti nickel (5 sen), 25 sen, 50 sen, half eagle (5 dolar), dan eagle (10 dolar) terdapat semboyan ini yang terukir sejak tahun 1866 dan seterusnya.[42] Uang logam dolar diukir dengan menyertakan semboyan ini pada tahun 1973 di dolar perdagangan (uang logam Amerika Serikat dan tahun 1878 di dolar Morgan yang beredar luas.[42] Namun, beberapa pecahan uang logam masih belum diukir dengan menyertakan semboyan ini karena tiada kewajiban untuk menggunakan semboyan ini pada uang logam. Lainnya, semboyan ini tidak lagi muncul di uang logam 5 sen setelah dirancang ulang, jadi sebagai besar uang logam tidak diukir dengan menyertakan semboyan ini pada akhir abad ke-19.[43] Akhirnya, Akhirnya, pada tahun 1892, sebuah kekeliruan saat mengamendemen Undang-Undang Uang Logam mencoret bahasa yang mengamanatkan penyertaan frasa ini.[44]
Saint-Gaudens double eagle ("high relief" version), subject of public outcry in 1907 due to the lack of "In God we Trust" on the coin.
Version with the national motto, 1908
Tiada otorisasi formal atau kewajiban resmi untuk menampilkan ukiran "In God We Trust" pada uang kertas hingga tahun 1955. Namun, versi semboyan (In God Is Our Trust) pertama kali muncul secara singkat di sisi depan dari 1864 $20 interest-bearing and compound interest treasury notes, along with the motto "God and our Right".[45][46]
Tanggapan
Tanggapan awal dari masyarakat umum jauh dari persetujuan bulat. Di satu sisi, surat kabar Kristen umumnya senang dengan frasa yang ditampilkan pada uang logam, meskipun beberapa surat kabar menganjurkan penggunaan semboyan yang lebih berkonotasi religius seperti "In God alone is our trust" (Hanya kepada Tuhan adalah kepercayaan kita) atau "God our Christ" (Tuhan Kristus Kita).[27] Di sisi lain, media sekuler kurang terkesan dengan perkembangan ini. Dewan redaksi The New York Times meminta untuk meletakkan urusan keagamaan dalam hati masing-masing dan mengkritik United States Mint karena memasukkan semboyan ini hanya pada koin emas dan perak yang lebih besar.[47]New York Illustrated News mengolok-olok uang logam baru itu lewat membandingkannya dengan Mamon,[27] bersamaan pula dengan olok-olok serupa yang dinyatakan Detroit Free Press.[7] Perbedaan pendapat tentang pemuatan semboyan ini akhirnya berkembang menjadi perselisihan antara orang sekuler dan religius.[7] Sementara itu, pihak lain memelesetkan "In God We Trust", misalnya American Journal of Numismatics menyebut orang-orang akan salah membaca semboyan ini sebagai "In Gold we Trust" (Kepada Emas Kami Yakin) yang menurut mereka jauh lebih dekat dengan kenyataan.[48] Surat kabar juga mulai melaporkan permainan kata-kata yang dibuat dari slogan ini. Pada tahun 1860-an, surat kabar melaporkan tanda-tanda bertuliskan "In God we Trust — terms cash" (Kepada Tuhan kami yakin, dibayar tunai), "In God we trust. All others are expected to pay cash" (Kepada Tuhan kami yakin. Yang lain semuanya diharapkan akan dibayar tunai), dan sejenisnya.[20][49]
Walau begitu, frasa ini secara bertahap menjadi simbol kebanggaan nasional. Hanya enam tahun setelah pertama kali muncul di uang koin, San Francisco Chronicle menyebutnya semboyan bangsa Amerika Serikat, demikian pula pelbagai kelompok seperti prohibisonis, pejuang hak suara wanita, Partai Demokrat, Partai Republik, umat Kristen, dan Yahudi mengadopsi atau mendukung penggunaan semboyan ini pada akhir abad ke-19.[7] Semboyan ini tetap populer bahkan ketika pecahan uang logam yang diukir "In God We Trust" lebih sedikit.[27]
Pada tahun 1904, Presiden Theodore Roosevelt berusaha untuk memperindah uang logam Amerika Serikat dan memutuskan untuk memberikan tugas kepada temannya Augustus Saint-Gaudens[50] yang menghasilkan rancangan baru eagle dan double eagle setelah beberapa kali mengalami penundaan dan permasalahan teknis dengan rancangannya. Theodore secara khusus mengarahkan Augustus untuk tidak memasukkan "In God We Trust" pada uang logam karena Theodore khawatir uang logam ini akan digunakan untuk kegiatan fasik lebih lanjut, seperti perjudian, dan memfasilitasi kejahatan.[50][51] Augustus tidak menentang perintah tersebut karena ia berpikir frasa ini akan mengalihkan perhatian dari fitur rancangan uang logam.[51]
Uang logam versi relief ultratingginya ini sekarang dianggap sebagai salah satu koin terindah yang pernah dibuat di Amerika Serikat,[51][52] memang dihargai karena estetikanya oleh para kritikus seni.[53] Namun, sebuah skandal segera meletus karena kurangnya "In God We Trust" pada eagle dan double eagle.[54][55] Theodore Roosevelt bersikeras bahwa meskipun mendukung penempatan semboyan ini di bangunan, monumen, ia menyebut penempatan semboyan ini di uang (atau prangko dan iklan) akan semakin menjurus kepada penistaan.[24]
"Perasaan saya sendiri dalam hal ini ialah karena keyakinan saya yang sangat kuat bahwa menempatkan semboyan seperti itu pada koin atau menggunakannya dalam cara apa pun, tidak hanya tidak baik, tetapi juga merugikan dan pada dasarnya adalah ketidaksopanan berbahaya yang menjurus kepada penistaan. ... Setiap penggunaan yang cenderung merendahkan semboyan itu, dan di atas semua itu, setiap penggunaan yang cenderung membuat semboyan itu diperlakukan dengan semangat kesembronoan, dari setiap sudut pandang sangat disesalkan. ... menurut saya sangat tidak bijaksana untuk merendahkan semboyan seperti itu dengan menggunakan uang logam ... Sepanjang hidup saya, saya belum pernah mendengar ada manusia yang berbicara dengan hormat tentang semboyan ini pada koin atau menunjukkan tanda-tandanya yang telah menarik emosi tertinggi dalam dirinya, tapi saya benar-benar mendengar beratus-ratus kali semboyan itu digunakan sebagai kesempatan dan hasutan untuk ... mencibir ... Setiap orang harus mengingat kartun dan artikel yang tak terhitung banyaknya berdasarkan frasa seperti 'In God we trust for the 8 cents', ... Tentunya, saya berada di dalam batas ketika saya mengatakan bahwa penggunaan frasa yang mengundang kesembronoan jenis ini sangat tidak diinginkan."
— Presiden Theodore Roosevelt, 13 November 1907[56]
Tanggapan media terkait pernyataan ini sebagian besar negatif. Sebagian besar media yang berafiliasi dengan organisasi Kristen serta The Wall Street Journal, The Philadelphia Press, dan surat kabar lainnya mengkritik keputusan tersebut dengan tuduhan bahwa presiden bersalah atas serangan terencana terhadap agama dan mengabaikan sentimen keagamaan orang Amerika Serikat.[53]Atlanta Constitution menulis bahwa orang harus memilih antara "Tuhan dan Roosevelt", sementara The New York Sun menerbitkan sebuah puisi yang mengejek sikap Roosevelt.[24] Sebaliknya, The New York Times, Chicago Tribune, dan beberapa surat kabar keagamaan seperti The Churchman, berpihak kepada presiden President,[7][53] yang tercengang dan jengkel dengan penentangan orang-orang yang mengesampingkan semboyan ini. Hal ini memicu perdebatan di Kongres yang dengan cepat memutuskan untuk memuat kembali semboyan ini pada koin dalam undang-undang yang diadopsi pada tahun 1908. Sebagai akibat dari kontroversi, perubahan rancangan yang relevan kemudian diperkenalkan oleh Kepala Pengukir United States Mint, Charles E. Barber.[44]
Penempatan semboyan juga dipertahankan atau diperbarui pada uang logam lain. Semua uang logam emas dan uang logam perak $1, 50 sen, dan 25 sen terdapat semboyan ini sejak 1 Juli 1908, penny mengikuti jejak serupa pada tahun 1909 dan dime menyusul pada tahun 1916.[8] Sejak tahun 1938, semua uang logam Amerika Serikat telah memuat tulisan "In God We Trust".[8]
Jalan menuju kewajiban universal
Semasa zaman Perang Dingin, pemerintah Amerika Serikat berusaha membedakan dirinya dengan Uni Soviet yang mempromosikan ateisme negara dan dengan demikian menerapkan legislasi antiagama.[57] Oleh karena itu, perdebatan mengenai penggunaan lebih lanjut dari semboyan agama bermula di Kongres. Namun, Kevin M. Kruse berpendapat dalam buku karyanya bahwa penentangan kaum konservatif terhadap New Deal dan kampanye mereka selanjutnya untuk memperluas pengaruh agama yang berhasil adalah faktor utama yang berkontribusi kepada pengadopsian lebih lanjut dari "In God We Trust".[58]
Kebijakan semasa Dwight D. Eisenhowermenjabat terhitung sangat religius, sehingga memuluskan lobi untuk menyertakan semboyan ini dalam ppenggunaan lebih lanjut,[59] yang sering dikaitkan dengan pengaruh evangelis Billy Graham yang terkemuka pada saat itu.[60] Setelah penyertaan semboyan ini secara nasional mendapat tekanan dari publik, semboyan ini muncul untuk pertama kalinya pada sejumlah prangko dari Liberty Issue 1954[61][62][63] meskipun melobi untuk penyertaan universal oleh Senator Michigan Charles E. Potter dan Anggota DPR Louis C. Rabaut gagal.[59]
Tahun berikutnya, Anggota DPR Partai Demokrat Charles Edward Bennett dari Florida menyebut Perang Dingin ketika memperkenalkan H. R. 619 di Dewan Perwakilan Rakyat yang mewajibkan "In God we trust" untuk ditempatkan pada semua uang kertas dan logam dengan alasan bahwa Amerika Serikat harus terus mencari cara untuk memperkuat fondasi kebebasan ketika komunisme imperialistik dan materialistik berusaha menyerang dan menghancurkan kebebasan.[64][65] Persatuan Numismatik Amerika Serikat dan Legiun Amerika Serikat setuju serta membuat resolusi yang mendesak untuk mempromosikan penggunaan lebih lanjut dari "In God We Trust".[66][67]
Pada 11 Juli 1955, rancangan undang-undang ini ditandangani menjadi undang-undang oleh Presiden Dwight setelah disahkan oleh kedua partai di Kongres.[68][69] Karena semua uang logam sudah mengikuti sesuai hukum yang berlaku, satu-satunya perubahan dilakukan pada mata uang kertas. Semboyan ini pertama kali muncul pada sertifikat perak $1 pada tahun 1957 yang kemudian diikuti oleh sertifikat lainnya. Semboyan ini dimuat pada Federal Reserve Note dan United States Note[d] yang dicetak sejak 1964 hingga 1966 tergantung pecahan.[8][70][71][e]
Adopsi dan pemuatan di institusi pemerintahan
Pemerintahan federal
Pada 30 Juli 1956, Kongres ke-84 mengesahkan resolusi bersama yang menyatakan "In God We Trust" sebagai semboyan nasional Amerika Serikat.[72] Resolusi ini disetujui oleh Kongres dengan suara bulat tanpa adanya perdebatan sama sekali.[73][74][f] Semboyan ini menggantikan E pluribus unum uyang telah ada sebelumnya sebagai semboyan resmi de facto.[6]36 U.S.C.§ 302 Kitab Undang-Undang Amerika Serikat kini menyatakan, "'In God we trust' is the national motto" ('In God we trust' adalah semboyan nasional'). Resolusi itu ditegaskan kembali semasa peringatan 50 tahun pengadopsian pada tahun 2006 oleh Senat,[75] dan Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 2011, dengan 396 suara setuju berbanding 9 suara tidak setuju.[76][77] Pada tahun 2000, Dewan Perwakilan Rakyat juga didorong untuk menampilkan semboyan tersebut di depan umum.[78][79]
Dewan Perwakilan Rakyat menampilkan semboyan ini di atas mimbar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang diukir di dinding pada bulan Desember 1962.[80]
Pemerintah negara bagian dan daerah
Adopsi semboyan nasional dalam simbol negara bagian
Di Florida, HB 1145 menetapkan adopsi "In God We Trust" sebagai semboyan resmi negara bagian alih-alih semboyan yang lebih mirip yaitu "In God Is Our Trust" yang berlaku sejak 1 Juli 2006.[4][5][81] Semboyan ini juga muncul di Lambang Florida dan Bendera Florida karena Lambang Florida adalah salah satu unsurnya sejak tahun 1868.[82][83]
Georgia menampilkan semboyan ini sejak tahun 2001 yang dipertahankan setelah dirancang ulang dua tahun kemudian.[84]
Di Mississippi, Senat Mississippi mengundi untuk menambah perkataan "In God We Trust" ke lambang negara bagian yang membenarkannya sebagai upaya untuk melindungi kebebasan beragama. Perubahan tersebut berlaku pada 1 Juli 2014.[85][86] Enam tahun kemudian, Gubernur Mississippi Tate Reeves menandatangani undang-undang yang mengharuskan bendera negara bagian yang berisi lambang pertempuran Konfederasi diganti dengan bendera baru berisi frasa "In God We Trust."[87] Bendera baru yang berisi moto tersebut disetujui oleh para pemilih dalam sebuah referendum, dan itu menjadi bendera resmi negara pada Januari 2021.[88]
Diwajibkan untuk dipajang
Arkansas: Pada bulan Maret 2017, Undang-Undang 911 yang disponsori oleh Anggota DPR Arkansas Jim Dotson menjadikan semboyan ini persyaratan dalam undang-undang negara bagian Arkansas bagi sekolah negeri untuk memajang poster dengan semboyan nasional, jika poster ini disumbangkan.[89][90] Pada tahun 2019, undang-undang itu kemudian diamendemen untuk mewajibkan pemajangan semboyan nasional secara umum di sekolah negeri, lembaga pendidikan tinggi, dan gedung pemerintah negara bagian, jika dana tersedia untuk tujuan itu.[10]
Dakota Selatan: Pada bulan Maret 2019, Dakota Selatan mewajibkan sekolah negeri untuk memajang semboyan "In God We Trust" di dinding sekolah mulai tahun ajaran 2019-2020.[91][92][93]
'Florida: Pada awal 2018, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Florida asal Partai Demokrat Kimberly Daniels memperkenalkan HB 839, sebuah rancangan undang-undang yang mengharuskan sekolah negeri untuk memajang semboyan "In God We Trust" di tempat yang mencolok. Pada 21 Februari 2018, rancangan undang-undang itu disahkan dengan 97 suara setuju berbanding 10 siara tidak setuju.[94][95] Governor Rick Scott kemudian menandatangani undang-undang itu.[96][97]
Idaho: House Concurrent Resolution 32 yang diadopsi pada bulan Maret 2020 mengamanatkan bahwa semboyan nasional ditempatkan di atas kursi ketua dari kedua majelis Legislatur Idaho.[98]
Kentucky: Pada tahun 2014, undang-undang yang disahkan mewajibkan pemajangan semboyan nasional di gedung legislatif dan di komite.[99] Pada bulan Juni 2019, rancangan undang-undang yang disponsori oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat KentuckyBrandon Reed dari Hodgenville disahkan yang mengharuskan sekolah negeri di Kentucky untuk memajang semboyan di tempat yang menonjol bermula sejak tahun ajaran 2019-2020.[100][101] Distrik sekolah Fayette County Public Schools di Lexington memilih membingkai uang kertas 1 dolar yang menampilkan slogan ini,[101][102] manakala sekolah-sekolah di County LaRue memajang gambar penny yang sangat besar sebagai bentuk protes atas kewajiban itu.[101]
Louisiana: Rancangan undang-undang yang mengharuskan pemajangan semboyan ini di sekolah umum diperkenalkan oleh Senator Louisiana Regina Ashford Barrow pada Maret 2018. Rancangan undang-undang itu disahkan dengan suara bulat baik di Senat Louisiana maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Louisiana.[103] Rancangan undang-undang itu ditandatangani menjadi undang-undang oleh Gubernur John Bel Edwards pada Mei 2018.[104][105] Rancangan undang-undang ini juga mengamanatkan instruksi sekolah perihal "In God We Trust" sebagai bagian dari kurikulum ilmu pengetahuan sosial.[103][106]
Mississippi: Pada bulan Maret 2001, Gubernur MississippiRonnie Musgrove menandatangani undang-undang yang mewajibkan semboyan "In God We Trust" dipajang di setiap kelas sekolah negeri serta auditorium dan kafetaria sekolah di seluruh Mississippi.[107]
Ohio: Ohio mengharuskan sekolah negeri untuk menggantung bahan semboyan "In God We Trust" jika distrik sekolah menerimanya sebagai sumbangan atau jika uang disumbangkan dengan tujuan yang disebutkan untuk membeli bahan tersebut.[10][108]
Tennessee: Pada bulan Maret 2018, rancangan undang-undang yang disponsori Anggota Dewan Perwakilan Rakyat TennesseeSusan Lynn yang mengharuskan sekolah-sekolah di Tennessee untuk menampilkan "In God We Trust" secara mencolok disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Tennessee dengan 81 dari 99 anggota Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan setuju.[109] Setelah disetujui dengan suara bulat di Senat, rancangan undang-undang ini ditandatangani oleh Gubernur Bill Haslam menjadi undang-undang pada bulan berikutnya.[110]
Texas: Texas mengizinkan pemajangan semboyan ini di sekolah negeri dan lembaga pendidikan tinggi sejak tahun 2003.[9][111] Rancangan undang-undang yang dicadangkan Senat Texas tahun 2021 yang mengamanatkan salinan semboyan ini yang disumbangkan untuk digantung di tempat yang mencolok telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Texas pada 25 Mei 2021.[112][113]
Virginia: Peraturan yang mewajibkan semua sekolah di Virginia untuk memajang semboyan ini di depan umum ditandatangani menjadi undang-undang pada bulan Mei 2002.[114][115]
Utah: Undang-undang Utah untuk mewajibkan sekolah memajang "In God We Trust" di depan umum ditandatangani menjadi undang-undang pada bulan Maret 2002 oleh Gubernur Mike Leavitt.[116] Undang-undang juga mengamanatkan instruksi sekolah tentang semboyan ini.[117]
Diizinkan untuk dipajang
Alabama: Undang-undang tahun 2018 mengizinkan pemajangan semboyan ini di sekolah, perpustakaan, gedung pemerintah, dan di kendaraan penegak hukum.[10][118]
Arizona: Arizona mengizinkan sekolah negeri untuk memajang semboyan ini di depan umum.[10]
Carolina Selatan: Carolina Selatan mengizinkan subdivisi politik dan sekolah untuk memasang tampilan yang merinci dasar-dasar hukum dan pemerintah Amerika termasuk semboyan nasionalnya sebagai salah satu dari tiga belas dokumen sambil memberikan konteks pada dokumen-dokumen ini dalam istilah yang dirinci oleh undang-undang negara bagian.[119]
Dakota Utara: Undang-undang Dakota Utara mengizinkan pemajangan semboyan nasional di sekolah negeri.[10]
Georgia, Amerika Serikat: Georgia mengizinkan penggunaan semboyan nasional di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah asalkan memiliki dana untuk membayar pemajangannya.[10]
Indiana: Indiana mengizinkan pemajangan semboyan nasional di sekolah negeri sejak tahun 2005.[10]
Michigan: Michigan mengizinkan dan mendorong pemajangan semboyan ini di dalam dan di luar sekolah negeri serta gedung pemerintah negara bagian dan daerah.[10][120]
New Hampshire: HB 69 yang diperkenalkan pada bulan April 2021 awalnya diusulkan untuk mewajibkan sekolah memajang semboyan nasional dan negara bagian. Rancangan undang-undang ini disetujui di Dewan Perwakilan Rakyat New Hampshire dengan 204 suara setuju berbanding1 169 suara tidak setuju. Rancangan undang-undang ini diamendemen di Senat untuk memungkinkan pemajangan semboyan ini dan disetujui pada 13 Mei 2021,[121] yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat New Hampshire pada bulan berikutnya.[122] Rancangan undang-undang itu ditandatangani menjadi undang-undang oleh Gubernur Chris Sununu pada 30 Juli 2021.[123][124]
Oklahoma: Undang-undang disahkan pada tahun 2004 yang memungkinkan sekolah negeri memajang "In God We Trust" dan "E pluribus unum" di ruang kelas, auditorium, dan kafetaria;[125] Rancangan undang-undang yang dicadangkan Senat Oklahoma pada tahun 2018 yang mengamanatkan pemajangan seperti itu gagal disetujui di Dewan Perwakilan Rakyat Oklahoma.[126]
Dalam pembahasan
Illinois: Pada bulan April 2021, proposal yang dicadangkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat IllinoisAdam Niemerg untuk mengizinkan pemajangan "In God We Trust" di sekolah negeri telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Illinois.[127]
Oklahoma: Pada tahun 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Oklahoma memberikan suara untuk mewajibkan gedung-gedung negara untuk menampilkan semboyan ini,[128] tetapi rancangan undang-undang ini gagal di Senat karena terkendala pandemi Covid-19.[129] Tahun berikutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Oklahoma memperkenalkan kembali dan meloloskan rancangan undang-undang pada Maret 2021,[129] sementara Senat menyetujui versi yang memungkinkan tetapi tidak mengharuskan pemajangan semboyan ini moto.[130]
Selain itu, beberapa pemerintah daerah telah memperkenalkan pemajangan semboyan ini di gedung-gedung pemerintah dan mobil kota.[131][132][133][134] Dewan sekolah juga telah melihat pengenalan moto secara sukarela, terutama setelah serangan 11 September, ketika Persatuan Keluarga Amerika Serikat memasok beberapa poster berukuran 11 kali 14 inci ke sistem sekolah dan bersumpah untuk membela setiap tantangan hukum atas tampilan mereka.[135]
Masyarakat dan budaya
Beberapa sarjana berpendapat bahwa semboyan "In God We Trust" adalah salah satu unsur utama agama sipil di Amerika Serikat.[136]
Agama
Dalam Agama Yahudi dan Kekristenan, semboyan resmi "In God We Trust" tidak ditemukan kata demi kata dalam ayat mana pun dari Alkitab, tetapi frasa ini sangat erat kaitannya dalam Perjanjian Lama Mazmur91:2 yang berbunyi, "Aku akan berkata tentang TUHAN, Dia adalah perlindunganku dan bentengku: Allahku; kepada-Nya aku akan percaya" dan Perjanjian Baru dalam 2 Korintus1:10 yang berbunyi, "Yang melepaskan kita dari kematian yang begitu besar, dan yang melepaskan: kepada-Nya kita percaya bahwa Dia akan membebaskan kita." Konsep ini diparafrasekan dalam Mazmur118:8, Mazmur40:3, Mazmur73:28, and Amsal29:25.[137] Menurut Philip Jenkins, seorang sejarawan agama, beberapa terjemahan Alkitab menerjemahkan Mazmur 56:11 sebagai "Pada Tuhan aku percaya; aku tidak akan takut",[138] yang dapat menyebabkan penggantian "aku" pertama menjadi "kita".[22]
Dalam Islam, tawakal merujuk kepada konsep keyakinan kepada Tuhan; frasa "kepada Tuhan kami yakin" secara harfiah ditemukan di dua surah, yaitu Surah Yunus dan Al-A'raf7:89 serta beberapa ayat lainnya yang memperkuat konsep ini.[139] Sarjana Hindu Amerika Serikat Melkote Ramaswamy menulis bahwa kehadiran frasa "In God We Trust" pada mata uang Amerika Serikat adalah pengingat bahwa Tuhan ada di mana-mana terlepas dari kesadaran tiap orang.[140]
Dalam bodaya populer
Teori konspirasi surel yangt beredar pada tahun 2007 menyebutkan bahwa "In God We Trust" sengaja dihilangkan dari uang logam dolar yang baru.[141] Uang logam pertama yang diproduksi di bawah Presidential $1 Coin Program tidak memiliki tulisan "In God We Trust" di sepanjang tepi uang logam (bersamaan dengan tulisan E Pluribus Unum, tahun produksi, dan tanda uang logam; tidak seperti uang logam dolar biasa, uang logam ini memiliki tepi yang benar-benar kosong), tetapi koin yang dikenal sebagai "dolar tak bertuhan" ini adalah hasil dari kesalahan pencetakan alih-alih kelalaian yang disengaja.[142][143]
Pada bulan Januari 2006, Laurence Llewelyn-Bowen dan istrinya Jackie menjadi peserta dalam Who Wants to Be a Millionaire? edisi pasangan selebritas Hari Kasih Sayang. Mereka muncul di acara itu dengan berhasil mencapai pertanyaan £1 juta, sebelum menjawabnya dengan salah dan turun dari £500.000 menjadi hanya £32.000 (kerugian £468.000). Celador mengizinkan Laurence dan istrinya mencoba kembali di acara itu setelah perusahaan itu mengklaim bahwa pertanyaan terakhir tidak memenuhi standar mereka. Pertanyaan yang diduga menyesatkan yaitu, "Diterjemahkan dari bahasa Latin, apa semboyan Amerika Serikat?" Jawaban yang diberikan oleh Laurence ialah "In God We Trust" yang aslinya berbahasa Inggris dan telah menjadi semboyan Amerika Serikat sejak tahun 1956. Jawaban yang dimaksud adalah "One Out of Many" yang merupakan terjemahan dari frasa bahasa Latin E pluribus unum yang tidak pernah menjadi semboyan resmi Amerika Serikat.[144]
Plat kendaraan
Hingga 25 Mei 2021, negara bagian Amerika Serikat yang saat ini menawarkan plat kendaraan "In God We Trust" (edisi biasa dan pribadi): Alaska, Arizona, Arkansas, Carolina Selatan, Carolina Utara, Florida, Georgia, Indiana, Kansas, Kentucky, Louisiana, Ohio,[145] Oklahoma, Pennsylvania, Tennessee, Texas, Utah, Virginia, Virginia Barat, dan Wisconsin.[146][147]
Plat standar Mississippi saat ini menampilkan semboyan ini seperti yang ditampilkan pada lambang negara bagian,[147][148] manakala Utah menawarkan plat kendaraan pilihan standar.[149] Florida yang juga menawarkan plat khusus memiliki pilihan untuk menempatkan "In God We Trust" alih-alih nama panggilan resmi atau nama county,[150] yang juga disediakan oleh Georgia,[151] manakala Carolina Utara menawarkan pilihan dengan semboyan negara bagian Carolina Utara dan "In God We Trust" alih-alih "First in Flight" atau "First in Freedom".[152]
Jajak pendapat
Menurut jajak pendapat bersama tahun 2003 oleh USA Today, CNN, dan Gallup, 90% orang Amerika Serikat mendukung pemajangan "In God We Trust" pada uang logam Amerika Serikat,[12] tetapi jajak pendapat mahasiswa terbaru pada tahun 2019 oleh College Pulse yang dibuat untuk The College Fix menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswa mendukung penyertaan semboyan nasional dalam mata uang, dengan dua pertiga dari mereka yang mengaku mendukung Partai Demokrat menentang pemajangan semboyan ini dan 94% dari mereka yang mengaku mendukung Partai Republik menyetujui pemajangan semboyan ini.[13]
Para pendukungnya secara luas berargumentasi untuk memasukkan semboyan nasional di lebih banyak pengaturan dengan mendasarkannya pada doa umum kepada Tuhan yang mereka katakan sekarang telah menjadi unsur agama sipil dan harus mengungkapkan kehendak para pendiri negara yang percaya pada Tuhan.[7][79][159][160] Di sisi lain, para penentang berpendapat bahwa semboyan ini tidak hanya melanggar jiwa sekuler Amerika Serikat, tetapi juga menentukan jenis dan jumlah sesembahan (jika ada) untuk diyakini.[129][154][161]
Proses pengadilan
Sifat konstitusional frasa "In God We Trust" telah berulang kali ditegakkan menurut penafsiran hukum dari akomodasionisme yang penganutnya menyatakan bahwa praktik yang mengakar ini secara historis tidak menghadirkan kesulitan konstitusional, tidak memaksa, dan tidak lebih memilih satu denominasi agama daripada lainnya.[162] Dalam Zorach v. Clauson (1952), Mahkamah Agung juga menulis bahwa lembaga-lembaga negara mengandaikan adanya Yang Maha Kuasa dan bahwa pengakuan pemerintah terhadap Tuhan bukanlah menegakkan pendirian gereja negara seperti yang dimaksudkan oleh para penulis Konstitusi untuk dilarang.[163] Pengadilan juga mengandalkan gagasan "deisme seremonial" (sebagaimana ditakrifkan dalam perbedaan pendapat William J. Brennan Jr. di Lynch v. Donnelly),[164] yaitu bahwa ada rujukan agama yang telah menjadi sekuler dan dengan demikian konstitusional melalui penggunaan berulang dan kebiasaan.[165] Sementara penentang putusan itu berpendapat bahwa gagasan Thomas Jefferson tentang tembok pemisah antara agama dan negara melarang bantuan apa pun baik langsung maupun tidak langsung kepada lembaga agama mana pun, dan oleh karena itu putusan apa pun yang bertentangan bertentangan dengan maksud Pendiri Negara, pandangan pemisahan ini telah tidak mendapatkan tempat yang signifikan dalam pengaturan peradilan.[162][166]
Meskipun tidak secara langsung terkait dengan semboyan ini, Engel v. Vitale menimbulkan banyak spekulasi tentang masa depan pemajangan "In God We Trust" di muka umum. Dalam putusannya, Mahkamah Agung membatalkan undang-undang New York yang mendorong sekolah umum untuk membacakan doa seperti yang tertulis dalam undang-undang negara bagian dengan alasan Amendemen Pertama. Putusan itu memicu kemarahan yang luas dan sangat tidak populer pada saat itu bahkan ketika hampir semua hakim selaras dalam putusan itu.[167] Hampir 80% orang Amerika Serikat tidak menyetujui keputusan tersebut, menurut jajak pendapat oleh Gallup.[168] Anggota Kongres takut bahwa "In God We Trust" akan dihilankan dari uang logam dan kertas,[169] perasaan serupa juga dimiliki oleh presiden Persatuan Advokat Amerika Serikat saat itu John C. Salterfield.[7] Senator Partai Demokrat Sam Ervin dari Carolina Utara bertanya-tanya apakah Tuhan dinyatakan inkonstitusional oleh keputusan itu.[170] Anggota Kongres mencoba mengarahkan dana federal untuk membeli Alkitab bagi hakim Mahkamah Agung dan mengusulkan amendemen konstitusi yang mengizinkan doa sekolah, tetapi kedua langkah itu gagal.[167] Putusan serupa pada tahun berikutnya di Abington Township v. Schempp mendorong para senator untuk mencoba memaksa Mahkamah Agung menggantung semboyan nasional di ruang sidang yang juga tidak berhasil.[7]
Meskipun Mahkamah Agung tidak pernah secara langsung memutuskan sifat konstitusional "In God We Trust",[16] beberapa pengadilan tinggi federal tingkat banding dan beberapa pengadilan negara bagian telah memutuskan sifat konstitusional semboyan ini serta Mahkamah Agung sendiri tampaknya tidak mempermasalahkan kalimat yang tertulis pada uang logam dan kertas.[42]
Serangkaian tuntutan hukum yang mencoba melarang pemajangan "In God We Trust" diajukan Michael Newdow dengan dukungan Freedom From Religion Foundation. Michael dikenal karena kasus sebelumnya Elk Grove Unified School District v. Newdow ketika Wilayah Kesembilan Pengadilan Tinggi Federal mengeluarkan keputusan menghapus "under God" (di bawah Tuhan) dari Ikrar Kesetiaan (keputusan itu dibatalkan Mahkamah Agung). Seorang hakim federal di California menolak alasannya dalam putusan pada Juni 2006 dan kesimpulan yang sama diputuskan Wilayah Kesembilan Pengadilan Tinggi Federal. Karena Mahkamah Agung menolak surat perintah, keputusan pengadilan banding yang mengatakan bahwa semboyan nasional bersifat patriotik atau seremonial tidak memiliki dampak teologis atau ritualistik dan bukan merupakan sponsor pemerintah untuk kegiatan keagamaan, tetap tidak berubah dan berlaku.[173] Gugatan yang diajukan oleh Michael dan Freedom from Religion Foundation pada tahun 2013 di New York juga gagal, baik di pengadilan dan banding ke Wilayah Kedua Pengadilan Tinggi Federal.[174][175] Gugatan dari pihak yang sama kembali diajukan di Ohio pada tahun 2016 juga ditolak oleh Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara Ohio dan Wilayah Keenam Pengadilan Tinggi Federal.[176] Gugatan serupa juga diajukan di Wilayah Kedelapan Pengadilan Tinggi Federal tetapi tidak diajukan Michael.[177][178]
Pada tahun 2015, hakim negara bagian New Jersey David F. Bauman menolak kasus terhadap Distrik Sekolah Regional Matawan-Aberdeen yang diajukan oleh seorang siswa dari distrik itu dan Persatuan Humanis Amerika Serikat yang berpendapat bahwa frasa "di bawah Tuhan" dalam Ikrar Kesetiaan menciptakan iklim diskriminasi karena mempromosikan agama sehingga membuat orang yang tidak percaya agama menjadi warga kelas dua.[179][180] Ia menyebut, "sebagai masalah tradisi sejarah, kata-kata 'di bawah Tuhan' tidak bisa lagi dihapus dari kesadaran nasional daripada kata-kata 'In God We Trust' dari setiap uang logam di negara ini, daripada kata-kata 'jadi tolong aku Tuhan' dari setiap sumpah presiden sejak tahun 1789, atau dari doa yang telah dibuka setiap sesi bisnis legislatif Kongres sejak tahun 1787."[181]
Sementara upaya menghilangkan penggunaan "In God We Trust" sebagian besar tidak membuahkan hasil, dalam Wooley v. Maynard, Mahkamah Agung membatalkan undang-undang New Hampshire yang mengamanatkan bahwa setiap orang membawa semboyan negara di plat kendaraan mereka, dengan catatan bahwa negara tidak bisa menggunakan barang milik pribadi mereka sebagai 'papan iklan seluler' untuk pesan ideologis negara. Dalam obiter dicta, kebanyakan pengadilan setuju bahwa gugatan "In God We Trust" ini tidak boleh ditafsirkan sebagai dasar untuk menantang sifat konstitusional semboyan pada mata uang Amerika Serikat, yang menurut mereka bukan sesuatu yang terkait langsung dengan pemiliknya atau dibuat untuk dipajang.[42][186]
Penggunaan di negara lain
Padanan bahasa Spanyol dari "In God We Trust", En Dios Confiamos, adalah semboyan tidak resmi Republik Nikaragua. Ungkapan tersebut dapat dilihat pada sebagian besar uang logam Nikaragua.[11]
Selain itu, frase telah digunakan dalam pengaturan heraldik. Pada tahun 1860, frasa tersebut dimasukkan dalam lambang New Westminster, British Columbia, dan tetap ada sejak saat itu.[187][188] Juga, sampai tahun 1997, moto heraldik Brighton, Inggris adalah padanan Latin dari frasa, In Deo Fidemus.[189][190]
^See preamble of CSA Constitution: ...invoking the favor and guidance of Almighty God...
^According to the Congressional Record (1908, U.S. House of Representatives), p. 3387, the motto was adopted "doubtless with his [Lincoln's] knowledge and approval".
^ abcdefghijkLienesch, Michael (May 2019). ""In God We Trust:" The U.S. National Motto and the Contested Concept of Civil Religion". Religions (dalam bahasa Inggris). 10 (5): 340. doi:10.3390/rel10050340.
^ ab"USA TODAY/CNN/Gallup Poll results". USA Today. 2011. Diakses tanggal 2011-11-15. C. The inscription "In God We Trust" on U.S. coins; 2003 Sep 19–21; Approve 90; Disapprove 8; No opinion 2
^Drakeman, Donald L. (1991-01-01). Church-state Constitutional Issues: Making Sense of the Establishment Clause (dalam bahasa Inggris). Greenwood Press. ISBN9780313276637.
^Chase, Salmon P (1863-12-09). Letter to James Pollock. Document # RG 104_UD 87-A_Folder In God We Trust 1861_Part1. National Archives and Records Administration. hlm. 11.
^ abKidd, Thomas S. (2015-11-10). "The Origin of "In God We Trust"". Anxious Bench (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-29.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Popik, Barry (2009-07-02). "In God we trust (all others pay cash)". The Big Apple (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-29.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^ abcdefLatterell, Justin (2015-04-21). "In God We Trust: Abraham Lincoln and America's Deathbed Repentance". Political Theology (dalam bahasa Inggris). 12 (4): 594–607. doi:10.1558/poth.v12i4.594.
^Pennsylvania Infantry. 125th Regiment, 1862-1863 (2009). History Of The One Hundred And Twenty-fifth Regiment, Pennsylvania Volunteers, 1862-1863. Ithaca, N.Y.: Cornell University Library. hlm. 150–152. ISBN978-1-112-13570-5.
^Kruse, Kevin M. (2015). One Nation Under God: How Corporate America Invented Christian America. New York: Basic Books. hlm. xiv–xv. ISBN978-0-465-04949-3.
^"United States Currency Inscription". Miscellaneous Hearings: Hearings Before ... , 84-1 on H.J.Res. 202 ... , H.R. 3327 ... , H.R. 619 ... 1956 (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: United States Congress House Banking and Currency Committee. 1956. hlm. 47–57.
^Fitschen, Steve (2018-02-11). "Defending "In God We Trust"". National Legal Foundation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-31.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Miller, Douglas; Marion, Nowak (1977). The Fifties: The Way We Really Were. Doubleday. hlm. 89. 'In God We Trust' was adopted as the national motto in 1956, with neither debate nor a single dissenting vote in the House or Senate.
^Felicia Sonmez (2011-11-01). "Social issues return to fore with 'In God We Trust' resolution". The Washington Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-11-04. Diakses tanggal 2021-08-09. 'In 2006, on the 50th anniversary of its adoption, the Senate reaffirmed 'In God We Trust' as the official national motto of the United States,' Forbes said in a statement announcing the vote. 'Tomorrow, the House of Representatives will have the same opportunity to reaffirm our national motto and directly confront a disturbing trend of inaccuracies and omissions, misunderstandings of church and state, rogue court challenges, and efforts to remove God from the public domain by unelected bureaucrats.'Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Jennifer Steinhauer (2011-11-03). "In God We Trust, With the House's Help". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-07. Diakses tanggal 2021-08-09. Citing a crisis of national identity and mass confusion among Americans about their nation's motto, the House on Tuesday voted on a resolution 'reaffirming "In God We Trust" as the official motto of the United States.'Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Todd Starnes (2011-11-03). "See Which Congressmen Voted Against 'In God We Trust'". Fox News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-04. Diakses tanggal 2011-11-07. The House of Representatives passed a bi-partisan resolution Tuesday night reaffirming "In God We Trust" as the official motto of the United States. The 396–9 vote came at the request of Rep. Randy Forbes (R-VA).Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"The 2020 Florida Statutes: 15.0301". Florida Legislature. Diakses tanggal 2021-05-25. State motto.—"In God We Trust" is hereby designated and declared the official motto of the State of Florida.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
Latterell, Justin (2015-04-21). "In God We Trust: Abraham Lincoln and America's Deathbed Repentance". Political Theology (dalam bahasa Inggris). 12 (4): 594–607. doi:10.1558/poth.v12i4.594.
^"In God We Trust: The Motto". All About History. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-16. Diakses tanggal 2013-02-26.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Ramaswamy, Melkote (2012-08-11). "Faith/Values | Indianapolis Star". indystar.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-19. Diakses tanggal 2014-02-04.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"4503.763 Ohio Battleflag license plates". Ohio Administrative Code. Lawriter LLC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-05-30. Diakses tanggal 2018-05-29. Ohio Battleflag" license plates shall be inscribed with the words "In God We TrustParameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"In God We Trust - Utah". Utah Department of Motor Vehicles. Diakses tanggal 2021-06-01.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"License Plates & Registration". Florida Department of Highway Safety and Motor Vehicles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-25.
^ abRichard H. Fallon (2004). The Dynamic Constitution: an Introduction to Americans Constitutional Law. Cambridge University Press. hlm. 60. ISBN978-0-521-60078-1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-11-18. Diakses tanggal 2016-09-24. "Strict separationists" believe that the government has no business supporting religious beliefs or institutions in any way – for example, by providing tax breaks to churches, assisting parochial schools, including prayers or benedictions in public ceremonies, or inscribing "In God We Trust" on the currency. Religious accommodationists can well explain why certain entrenched social practices (such as the inscription of "In God We Trust" on the currency) were not historically perceived as presenting constitutional difficulties: The relevant practices are not coercive and do not prefer one narrow sect over another.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^ABA Journal Sep 1962. September 1962. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 19, 2016. Diakses tanggal 2016-09-24. Much more recently, in 1952, speaking through Mr. Justice Douglas in Zorach v. Clauson, 343 U.S. 306, 313, the Supreme Court repeated the same sentiments, saying: We are a religious people whose institutions presuppose a Supreme Being. Mr. Justice Brewer in the Holy Trinity case, supra, mentioned many of these evidences of religion, and Mr. Justice Douglas in the Zorach case referred to ... [P]rayers in our legislative halls; the appeals to the Almighty in the messages of the Chief Executive; the proclamation making Thanksgiving Day a holiday; "So help me God" in our courtroom oaths – these and ... other references to the Almighty ... run through our laws, our public rituals, our ceremonies ... the supplication with which the Court opens each session: "God save the United States and this Honorable Court" (312–313). To this list may be added tax exemption of churches, chaplaincies in the armed forces, the "Pray for Peace" postmark, the widespread observance of Christmas holidays, and, in classrooms, singing the fourth stanza of America which is prayer invoking the protection of God, and the words "in God is our trust" as found in the National Anthem, and the reciting of the Pledge of Allegiance to the Flag, modified by an Act of Congress of June 14, 1954, to include the words "under God.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Merriam, Jesse; Lupu, Ira; Elwood, F.; Davis, Eleanor; Tuttle, Robert; R., David; Kirschner, Sherry (2008-08-28). "On Ceremonial Occasions, May the Government Invoke a Deity?". Pew Research Center's Religion & Public Life Project (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-31.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"GAYLOR v. UNITED STATES". Findlaw (dalam bahasa Inggris). 1996-01-23. Diakses tanggal 2021-06-01.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"Coat of Arms". City of New Westminster. 2006-10-07. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-10-07. Diakses tanggal 2021-05-29.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^"City Symbols". City of New Westminster (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-01.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Carder, Tim (1990). "Arms and motto - Encyclopedia of Brighton" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-29 – via My Brighton and Hove.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)